Catatan Kuliah Bahasa Indonesia [Bab: Sejarah Bahasa Indonesia]
Sejarah Bahasa Indonesia berakar dari Bahasa Melayu sejak Abad Ke-7, dimana Bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa penghubung nusantara ketika itu. Dan tonggak Bahasa Indonesia terjadi saat momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan disahkan menjadi Bahasa Indonesia menjadi bahasa yang baik dan benar pada 18 Agustus 1945.
Hal ini tertulis dalam ikrar sumpah pemuda yang berbunyi "Kami Putra dan Putri Indonesia, menjungjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia."
Ada empat ragam Bahasa Indonesia, yaitu
1. Penutur, terdiri dari Idiolek (Bahasa Individu) dan Dialek (Bahasa Kelompok)
2. Penggunaan, bahasa yang digunakan untuk pemakaian, seperti militer, jurnalistik, keilmuan dan lain sebagainya
3. Keformalan
4. Sarana/Media, seperti media
2. Penggunaan, bahasa yang digunakan untuk pemakaian, seperti militer, jurnalistik, keilmuan dan lain sebagainya
3. Keformalan
4. Sarana/Media, seperti media
Diskusi:
Dalam perkuliahan ada diskusi perihal penggunaan bahasa di era sekarang yaitu soal bahasa gaul, seperti anjay dan bahasa daerah lokal, seperti Jawa Serang. Kedua diskusi soal bahwa ada hal yang bisa merusak bahasa, yaitu karena kesehatan seperti orang yang kena sakit stroke, dimana seseorang akan kesulitan bahkan tidak bisa mengucapkan kata konsonan.
Opini Pribadiku:
Ketika saya kuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Jakarta, saya mendapatkan mata kuliah Komunikasi Antar Personal, Komunikasi Inter Personal, Komunikasi Budaya dan Psikologi Komunikasi. Dan kalau saya melihat, peran bahasa dalam kita melakukan komunikasi sangat strategis, dimana bahasa yang terdiri dari kata dan kalimat akan memberikan makna dan memengaruhi pesan. Sedangkan inti dari komunikasi adalah pesan.
Ketika kita tidak tepat menggunakan bahasa dimana kita melakukan komunikasi maka pesan yang ingin kita sampaikan juga akan bermasalah dan bias sehingga tidak dipahami audiensi atau orang yang kita ajak komunikasi. Di dalam komunikasi peran bahasa akan memengaruhi apakah pesan kita tersampaikan atau tidak kepada audiens. Dari sini kita memang harus memahami bahasa, selain menguasai teori komunikasi seperti yang saya sebutkan di atas.
Dan ini sejalan dengan apa yang disampaikan Bu Thea dalam pembelajarannya bahwa ada perbedaan antara bahasa perempuan dengan laki-laki, dimana perempuan lebih menggunakan bahasa perasaan sedangkan pria menggunakan logika. Dalam Psikologi Komunikasi ini juga menjadi pembahasan dengan tujuan agar kita bisa melakukan komunikasi efektif sehingga pesan yang ingin kita sampaikan bisa diterima.
Jadi, kesimpulannya adalah bahasa yang merupakan rangkaian kata dan kalimat memiliki peran strategis dalam komunikasi sehingga pesan yang ingin kita sampaikan bisa diterima, dimengerti dan dipahami oleh audiensi atau orang lain. Sengaja saya kaitkan dengan komunikasi, pertama untuk mengingatkan ilmu yang pernah saya pelajari di kampus terdahulu kedua bahasa dan komunikasi merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan karena saling terkait, walaupun dalam komunikasi sebenarnya adalah membaca simbolik, artinya tidak selalu berbentuk bahasa verbal tetapi terkadang bahasa simbolik, seperti warna, senyum, dan ekspresi wajah seseorang itu juga bagian dari komunikasi.
Sabtu, 12 September 2026
Dosen:
Thea Umbarasari S.Pd., M.Pd.
Dosen:
Thea Umbarasari S.Pd., M.Pd.


Posting Komentar