Waspada Polusi Informasi
Dunia informasi sekarang telah banyak menelan korban akibat dampak polusi informasi yang menggila."_
Sejak mengguritanya platform sosial media percakapan publik semakin bebas bahkan nyaris tidak terkendali seperti bola api liar yang bisa membakar siapa saja yang terpapar. Kalau dulu di era 90-an kita membicarakan polusi udara, sekarang kita membicarakan polusi informasi yang ternyata dampaknya serius bagi kesehatan mental seseorang.
Polusi informasi (information pollution) adalah kondisi ketika seseorang menerima terlalu banyak informasi, baik yang benar, salah, maupun menyesatkan, sehingga sulit menyaring mana yang penting.
Di era media sosial dan internet, paparan informasi berlangsung hampir tanpa henti. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan otak dan psikologis seseorang. Mengapa polusi informasi semakin "mengerikan" karena ini beririsan dengan selera konsumsi informasi masyarakat Indonesia yang menyukai hal kontroversi.
Maka jangan heran ketika ada berita atau informasi negatif dan kontroversi sebagian besar langsung menelan informasi tersebut atau paling tidak terlibat membaca dan percakapan.
Pelan tapi pasti ketika seseorang sering mengkonsumsi informasi negatif maka otak dan psikisnya akan terpapar karena otak diberi asupan negatif secara bertubi-tubi dan itu terjadi setiap hari, setiap jam bahkan setiap detik. Anda bayangkan sendiri betapa lelahnya otak kita.
Lucunya lagi konsumsi informasi negatif itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan kehidupan kita tapi karena otak bekerja sesuai dengan apa yang dikonsumsi maka menjadi ikut terlibat dalam drama informasi tersebut. Emosi menjadi tidak stabil, cepat marah, labil dan stres akibat tercemar polusi informasi.
Bahayanya lagi sifat informasi itu membuat candu, artinya ketika seseorang rajin mengkonsumsi informasi negatif dan terpapar polusi informasi maka akan punya kecenderungan melakukan secara terus menerus karena sudah menjadi candu.
Polusi informasi ini juga akan memiliki dampak jangka panjang, diantaranya adalah penurunan kemampuan fokus, kelelahan mental kronis, penurunan kualitas hidup dan produktivitas.
Berbagai penelitian dari bidang psikologi, ilmu saraf, dan kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa konsumsi informasi negatif secara terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan mental, fungsi kognitif, bahkan kesehatan fisik.
Salah satu karakteristik informasi adalah mirip jarum suntik yang isi dan dosisnya sangat berpengaruh terhadap tubuh seseorang ketika kena suntik. Ketika otak kita sering disuntik informasi negatif maka sudah pasti isi otak kita isinya sesuatu yang negatif.
Dan ketika sudah membludak dan mengendap lama di dalam otak maka selanjutnya akan diaplikasikan dalam tindakan nyata dalam hal ini tindakan negatif, bisa jadi cemas, stres, marah. Dan ketika itu terjadi berulang-ulang maka akan menjadi karakter seseorang.
Sekaran coba kita jujur berapa konten negatif yang kita konsumsi sepanjang satu hari? Silahkan jawab sendiri dengan jujur dan akui kalau itu punya dampak buruk terhadap otak kita, psikis kita karena cara kerja otak begitu. Sangat bergantung dari asupan yang dimasukan ke dalam otak.
Soo, jadi mulai sekarang ayoo kita lindungi diri kita dari bahaya polusi informasi yang kian hari semakin menggila, seperti asap hitam yang mengepul dari corong pabrik.
Asap itu menggulung dan akan mengenai siapapun mereka yang tidak punya tameng atau penangkal, paling tidak menghindari polusi informasi mengingat bahayanya sangat luar biasa. ***
Karnoto
Founder ANA Networking

.jpg)
Posting Komentar